Laman

welcome to my blogg. and anjoy to see my blogg..

Jumat, 19 September 2014

Makalah Pertumbuhan dan Perkembangan Balita








DI SUSUN OLEH :
Atria Putri Pratiwi
Sinta Yayi Mulyati
Siti Aisyah Nur


XI – Keperawatan
SMK KESEHATAN CIANJUR TAHUN AJARAN 2014-2015




KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini dengan tepat pada waktunya. Tidak lupa saya ucapkan kepada guru dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam bentuk bantuan, dorongan, maupun doa.

Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami sangan mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin..












Cianjur, 17 September 2014





                                                                                                         Penulis






DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan………………………………………………………………..
1.1  Latar Belakang Masalah………...……………………………………………
1.2  Tujuan………………….....…………………………………………………..
Bab II Pembahasan……………………………………………………………….
2.1 Pengertian Balita………………………...……………………………………
2.2 Pertumbuhan Balita…………………………………………………………...
2.3 Perkembangan Balita…………………………………………………………
Bab III Penutup………..…….……………………………………………………
3.1 Kesimpulan…………………………………………………………………...







BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan dan perkembangan balita sangat perlu di perhatikan karena pada usia balita tersebut sangat banyak yang harus diperhatikan terutama pada usia satu bulan sampai 12 bulan di situlah anak balita tumbuh dengan beberapa tahap mulai dari gerak kaki dan tangan sampai dengan dapat berdiri sendiri tanpa pegangan.
Dalam usia balita juga diperlukan orang-orang disekitarnya untuk membantu dalam berbicara, biasanya jika anak sering di ajak berbicara maka anak itu juga dapat menyerap pembicaraan tersebut terutama pada huruf vocal (a-i-u-e-o).
Selain berbicara juga anak perlu di bantu dalam perkembangan gerakan-gerakannya seperti berlatih berjalan atau mempermainkan mainannya. Peranan orang tua sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita terutama dalam masalah gizi, sebagai orang tua kita harus pintar-pintar dalam memilih susu atau anak dapat tumbuh dan berkembang sesuai harapan.

1.2Tujuan 
a.       Mengetahui pengertian dari balita 
b.      Mengetahui pertumbuhan balita 
c.       Mengetahui perkembangan balita










BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Balita
Balita adalah bayi yang berada pada rentang usia 0-5 tahun. Pada usia ini otak anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat yang dikenal dengan istilah masa keemasan (the golden ege), dan pada masa ini harus mendapatkan stimulasi secara menyeluruh baik kesehatan, gizi, pengasuhan dan pendidikan. Istilah ini sudah sering di dengar dan di pahami oleh semua orang tua, karena mereka menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas, tapi sedikit yang memanfaatkan peluang ini, karena mereka merasa pertumbuhan anak adalah proses alami yang akan terjadi dengan sendirinya tanpa dengan interpretesi orang tua atau siapapun.

2.2 Pertumbuhan Balita
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. Berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagain atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.

Usia 3 tahun
- Anak sudah mulai mengeksplorasi diri melalui kata dan bahasa
- Senang bercerita dan humor
- Mereka aktif melakukan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan diantaranya melompat dengan satu kaki,  melangkah dengan cara jingjit , memakai sepatu sendiri , mencuci tangan dan sambil minum sendiri , bernyanyi , dan menggambar bentuk garis lurus atau bentuk-bentuk yang sederhana .

Usia 3 ¼ tahun
- Anak sudah jago mengayuh sepedah roda 3
- Mengenal 2-4 warna
- Pandai berhitung dari 1-3
- Sudah mengetahui umur dan jenis kelaminnya sendiri
- Senang membantu sang ibu untuk menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga seperti mentapu menyiram bunga dsb

Usia 1 ½ tahun
- Mempunyai hasrat keingin tahuan yang tinggi
- Mulai banyak bertanya kenapa, apa, siapa, dan dimana
- Memiliki kemampuan konsentrasi selama 3 menit serta mengingat kejadian-kejadian sehari sebelumnya

Usia 3 ¾ tahun
- Kemampuan untuk mengerti perbedaan antara dirinya dan anak yang lebih muda
-Merasa malu jika tertangkap melakukan kesalahan dan mengerti jika dirinya dalam bahaya

Usia 4 tahun
- Meningkatnya ketajaman panca indra
- Mengenal beberapa warna dan pandai berhitung dari 1-20

Usia 4 ¼ tahun
- Mengenali kata-kata seperti menyebut nama lengkapnya sendiri tanpa dibantu
- Dapat memahami konsep ukuran dan bentuk
- Bisa memegang pensil dan menggambar berbagai bentuk seperti mengganmbar orang dengan 3 bagian tubuh, lingkaran dan tanda silang
- Jago dalam menyusun puzzle

Usia 4 ½ tahun
- Mulai mahir dalam hal berbahasa
- Menyebutlan huruf angka atau nama-nama hari
- Sudah dapat menyanyikan lagu dengan syair yang begitu pendek
- Dapat mengenakan sepatu sendiri, celana, atau sepatu sendiri dan menggosok gigi tanpa di bantu

Usia 4 ¾ tahun
- Senang bermain di luar rumah
- Bekewrja sama dan berpartisipasi dalam kelompok
- Tidak rewel saat di tinggal ibu

Usia 5 tahun
- Ukuran kepala menyerupai kepala dewasa
- Tubuh sudah proposional dan membutuhkan energi sebanyak 1800 kalori per hari
- Sudah bisa berdiri sendiri pada satu kaki selama beberapa detik
- Mampu melompat dan menangkap bola kecil dengan kedua tangan


2.3 Perkembangan Balita
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisai dan kemandirian.

Kemampuan Anak di Bawah Usia Lima Tahun (12 – 60 bulan)
Pada masa ini kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi eksresi/pembuangan. Periode penting dalam tumbuh kembang masa usia ini akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada usia 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung; dan tejadi pertumbuhan serabut-serabut syaraf dan cabang-cabangnya, sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel syaraf ini akan sangat mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf hingga bersosialisasi. 


a)      Kemampuan Motorik 
Masa ini disebut sebagai masa sangat aktif dari seluruh masa kehidupannya, karena tingkat aktivitasnya dan perkembangan otot besar mereka sedang tumbuh. Demikian halnya dengan kemampuan motorik halus anak, sudah mulai meningkat dan menjadi lebih tepat pada saat berusia 5 tahun. Koordinasi tangan, lengan dan tubuh dapat bergerak bersama dibawah koordinasi yang lebih baik daripada mata. 
Dengan demikian masa ini disebut juga sebagai masa belajar berbagai kemampuan dan keterampilan, dengan berbekal rasa ingin tahu yang cukup kuat dengan seringnya anak mencoba hal-hal baru dan seringnya pengulangan menyebabkan masa ini menjadi masa yang tepat untuk mempelajari keterampilan baru.

Kemampuan motorik yang dimiliki balita, antara lain ;
Usia
Gerak Kasar
Gerak Halus
12-15 bulan
Berjalan tanpa pegangan sambil menarik mainan yang bersuara,
Berjalan mundur,
Berjalan naik dan turun tangga,
Berjalan sambil berjinjit
Menangkap dan melempar bola
Bermainan balok dan menyusun balok.
Memasukkan dan mengeluarkan benda kedalam wadah.
Memasukkan benda yang satu ke benda lainnya.
15-18 bulan
Bermain di luar rumah.
Bermain air
Menendang bola.
Meniup ,
Membuat untaian.
18-24 bulan
Melompat,
Melatih keseimbangan tubuh,
Mendorong mainan dengan kaki.
Mengenal berbagai ukuran dan bentuk,
Bermain puzzle,
Menggambar wajah atau bentuk,
Membuat berbagai bentuk dari adonan kue/lilin mainan.
24-36 bulan
Latihan menghadapi rintangan
Melompat jauh,
Melempar dan menangkap bola besar.
Membuat gambar tempelan,
Memilih dan mengelompokkan benda-benda menurut jenisnya,
Mencocokan gambar dan benda,
Konsep jumlah,
Bermain/menyusun balok-balok.
36-48 bulan
Menangkap bola kecil dan melemparkan kembali.
Berjalan mengikuti garis lurus,
Melompat dengan satu kaki,
Melempar benda-benda kecil ke atas,
Menirukan binatang berjalan,
Berjalan jinjit secara bergantian.
Memotong dengan menggunakan gunting,
Menempel guntingan gambar sesuai dengan cerita.
Menempel gambar pada karton.
Belajar 'menjahit' dengan tali rafia.
Menggambar/menulis garis lurus, bulatan,segi empat, huruf dan angka.
Menghitung lebih dari 2 atau 3 angka.
Menggambar dengan jari, memakai cat,
Mengenal campuran warna dengan cat air,
Mengenal bentuk dengan menempel potongan bentuk.
48-60 bulan
Lomba karung
Main engklek
Melompat tali.
Mengenal konsep "separuh atau satu"
Menggambar dan atau melengkapi gambar,
Menghitung benda-benda kecil dan mencocokkan dengan angka.
Menggunting kertas (sudah dilipat) dengan gunting tumpul,
Membandingkan besar/kecil, banyak/sedikit, berat/ringan,
Belajar 'percobaan ilmiah'
Berkebun.

b)      Kemampuan Bicara dan Bahasa   
Bertambahnya kematangan otak dikombinasikan dengan peluang-peluang untuk menjelajahi dunia sekelilingnya dan sebagai penyumbang terbesar untuk lahirnya kemampuan kognitif anak. Sejumlah kemampuan anak, seperti belajar membaca adalah berkaitan dengan masukan dari mata anak yang ditransmisikan ke otak anak, kemudian melalui sistem yang ada di otak, menterjemahkannya kedalam kode huruf-huruf, kata-kata dan asosiasinya. Akhirnya akan dikeluarkan dalam bentuk bicara. Bakat bicara anak karena sistem otak diorganisasikan sedemikian rupa sehingga memungkinkan anak memproses sebagai bahasa.
Anak mulai pandai berbicara, sejalan dengan perkembangannya memahami sesuatu. Biasanya anak mulai berbicara sendiri, kemudian berkembang menjadi kemampuan untuk bertindak tanpa harus mengucapkannya. Dalam hal ini anak telah menginternalisasikan pembicaraan yang egocentris dalam bentuk berbicara sendiri menjadi pemikiran anak. Hal ini merupakan suatu transisi awal untuk dapat lebih berkomunikasi secara sosial. 

Kemampuan bicara dan bahasa yang di miliki balita, antaa lain :
Usia
Kemampuan Bicara dan Bahasa
12-15 bulan
        Membuat suara dari dari barang2 yang dipilihnya,
        Menyebut nama bagian tubuh,
        Melakukan pembicaraan.,  
15-18 bulan
                Bercerita tentang gambar di buku/majalah, 
                Permainan telepon-teleponan,
                Menyebut berbagai nama barang.
18-24 bulan
        Melihat acara televisi,
                Mengerjakan perintah sederhana,
        Bercerita tentang apa yang dilihatnya.
24-36 bulan
                Menyebut nama lengkap anak,
                Bercerita tentang diri anak,
                Menyebut berbagi jenis pakaian.
                Menyatakan keadaan suatu benda. 
36-48 bulan
                Berbicara dengan anak,
                Bercerita mengenai dirinya,
                Bercerita melalui album foto, 
                Mengenal huruf besar menurut alfabet di koran/majalah.
48-60 bulan
               Belajar mengingat-ingat,
               Mengenal huruf dan simbol,
               Mengenal angka,
               Membaca majalah,
               Mengenal musim,
               Mengumpulkan foto kegiatan keluarga,
               Mengenal dan mencintai buku,
               Melengkapi dan menyelesaikan kalimat,
               Menceritakan masa kecil anak,
               Membantu pekerjaan di dapur.

c)      Kemampuan Bersosialisasi dan Kemandirian
Dasar-dasar sosialisasi yang sudah diletakkan pada masa bayi, maka pada masa ini mulai berkembang. Dalam hal ini hubungan keluarga, orangtua-anak, antar saudara dan hubungan dengan sanak keluarga cukup berperan. Pengasuhan pada tahun pertama berpusat pada perawatan, berubah ke arah kegiatan-kegiatan seperti permainan, pembicaraan dan pemberian disiplin, akhirnya mengajak anak untuk menalar terhadap sesuatu. Pada masa ini sebagai masa bermain, anak mulai melibatkan teman sebayanya, melalui bermain, meski interaksi yang dibangun dalam permainan bukan bersifat sosial, namun sebagai kegiatan untuk menyenangkan dan dilaksanakan untuk kegiatan itu sendiri. Jenis permainan yang dilakukan bisa berbentuk konstruktif, permainan pura-pura, permainan sensori motorik, permainan sosial atau melibatkan orang lain, games atau berkompetisi.

Kemampuan bersosialisasi dan kemandirian yang dimiliki balita, antara lain :
Usia
Kemampuan Bersosialisasi dan Kemandirian
12-15 bulan
Menirukan pekerjaan rumah tangga,
Melepas pakaian,
Makan sendiri,
Merawat mainan,
Pergi ke tempat-tempat umum.
15-18 bulan
Belajar memeluk dan mencium,
Membereskan mainan/membantu kegiatan di rumah,
Bermain dengan teman sebaya,
Permainan baru,
Bermain petak umpet.
18-24 bulan
Mengancingkan kancing baju,
Permainan yang memerlukan interkasi dengan teman bermain.
Membuat rumah-rumahan,
Berpakaian,
Memisahkan diri dengan anak.
24-36 bulan
Melatih buang air kecil dan buang air besar di WC/kamar mandi.
Berdandan/memilih pakaian sendiri.
Berpakaian sendiri.
36-48 bulan
Mengancingkan kancing tarik,
Makan pakai sendok garpu,
Membantu memasak,
Mencuci tangan dan kaki,
Mengenal aturan/batasan.
48-60 bulan
Membentuk kemandirian dengan memberi kesempatan mengunjungi temannya tanpa ditemani.
Membuat atau menempel foto keluarga,
Membuat mainan/boneka dari kertas.
Menggambar orang,
Mengikuti aturan permainan/petunjuk,
Bermain kreatif dengan teman-temannya,
Bermain 'berjualan dan berbelanja di toko"




BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular. Berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagain atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat.
Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, serta sosialisai dan kemandirian.
Pada usiabalita otak anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat yang dikenal dengan istilah masa keemasan (the golden ege), dan pada masa ini harus mendapatkan stimulasi secara menyeluruh baik kesehatan, gizi, pengasuhan dan pendidikan. Istilah ini sudah sering di dengar dan di pahami oleh semua orang tua, karena mereka menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas, tapi sedikit yang memanfaatkan peluang ini, karena mereka merasa pertumbuhan anak adalah proses alami yang akan terjadi dengan sendirinya tanpa dengan interpretesi orang tua atau siapapun.